Negeri ini telah 67 tahun merdeka dari penjajahan sejak diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta, tetapi masih belum bebas dari jajahan sosial media asing, seperti halnya Facebook dan Twitter yang merajalela di Indonesia dengan besarnya para pengguna. Tidak seperti di China, mereka dilarang masuk sana, sehingga sosial media lokalnya pun bejaya dan nasionalisme bangsa terjaga.
Di Indonesia, ada segelintir anak muda yang mencoba menerobos kekokohan gerbang sosial media yang sudah begitu mencengkram bumi ini. Hal itu sangat kita acungi jempol. Mereka tetap orang-orang pemberani dibidangnya, punya jiwa intrepreneur yang tinggi, sehingga ada beberapa startup yang mulai bangkit dan berkembang ditanah air.
Saya mengamati sebuah jejaring sosial “Historee” ( Historee.com ) sejak dua bulan ini, sungguh menarik dari sisi idenya, dan memang terbosan gagasan yang punya masa depan cerah. Historee, seperti halnya History, atau Sejarah dalam bahasa Indonesia, adalah jejaring sosial yang memberikan para penggunanya untuk share tentang kejadian atau peristiwa penting didalam hidupnya. Bukan hanya untuk personal atau manusia, tetapi juga history untuk organisasi, perusahaan, kepemilikan, kawasan, pemikiran dan lain-lain. Bahkan ada akun jual beli juga di socmed Historee tsb.
Historee akan menyimpan catatan kejadian-kejadian penting tersebut, dan bisa dibuka kembali kapan saja dan dari mana saja, karena sudah ada dukungan aplikasi bagi para pengguna Android, iPhone, iPad dan BlackBerry, atau langsung melalui situs mobile: m.historee.com melalui perangkat mobile seperti hape, tablet, dll.
Melalui Historee, pengguna dapat memanfaatkan fitur “Store” untuk menulis Text (tanpa batas karakter), atau meng-upload foto, video dan audio yang mendukung kisah atau kejadian para penggunanya. Uniknya, kita bisa men-setting jam, tanggal, bulan dan tahun kejadian, jika kita ingin mencatatkan kisah-kisah lampau, misal kapan kita dilahirkan, dimana kita sekolah dulu, kapan pertama kali pacaran, menikah, punya anak, dll.
Para pengguna Historee juga dapat menautkan akunnya ke Facebook atau Twitter. Fitur ini akan membuat Historee seperti aplikasi untuk menulis di Facebook atau Twitter, karena jika kita tautkan, maka apa yang kita tulis di Historee, juga akan muncul di Facebook atau Twitter.
Historee juga punya fitur original “Timeter” (baca: Time Meter) yang berguna untuk mengontrol prilaku kita terhadap sebuah cita-cita atau rencana besar. Misalnya kita punya rencana menikah diakhir tahun 2012 atau membuka usaha sendiri ditahun 2013, maka melalui fitur Timeter, kita bisa menuliskan dari jam ke jam atau hari ke hari tentang kegiatan kita yang berkaitan dengan tujuan tsb. Suatu saat nanti kita bisa melihat, apakah kita telah menjalankan tujuan kita itu dengan benar. Indikator itu akan terlihat di Timeter, dan kita akan memahami kesuksesan atau kegagalan atas tujuan kita tsb. Kisah-kisah itu akan menjadi panutan, baik untuk diri kita sendiri, maupun anak cucu kita nanti.
Untuk melihat kembali kisah-kisah yang pernah kita posting juga sangat mudah. Ada fitur Calendar. Kita dapat melihat kembali apa yang pernah kita tulis sejak pertama menulisnya di jejaring sosial Historee.
Saat ini, Historee masih dalam tahap pra-launch. Programmer-nya masih memperbaiki dan melengkapi fitur-fitur yang diperlukan. Walaupun masih baru, dalam sekejap, puluhan ribu orang telah mendaftarkan akunnya dan menggunakan Historee sebagai jejaring sosial alternatif baru. Memang ada fungsi-fungsi seperti halnya Facebook, Twitter, LinkedIn dan Wikipedia dijejaring sosial Historee, namun yang pasti, Historee bukanlah pesaing Facebook atau Twitter, karena jejaring sosial ini fokusnya jelas, yaitu pencatat sejarah hidup kita. Layaknya buku Diary, hanya saja sekarang kita tidak perlu takut buku tsb. hilang dicuri atau hanyut terbawa banjir. Catatan sejarah masa depan kita ada di Historee dan akan tetap tersimpan disana sebagai diary online, baik untuk di-share ataupun dikunci hanya untuk diri sendiri.
Dengan investasi awal USD10Juta, menurut CFI Corp. yang menginkubasi socmed ini, Historee diharapkan bisa IPO di Amerika pada 10 tahun mendatang. Apapun mimpi mereka, yang jelas kita akan tetap mendukung semangat anak-anak bangsa ini agar bisa bersaing dengan sehat diranah Internasional, membawa harum nama bangsa dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Amin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar